Membuka lembaran baru..

•September 2, 2008 • Leave a Comment

Selama 4 tahun pas aku mengikuti proses belajar di Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian UGM, akhirnya selesai juga. Selama 4 tahun banyak peristiwa yang sangat berkesan dariku, mulai dari kuliah sampai kegiatan diluar kuliah. Awal kuliah dulu aku pernah dimarahi Mr.X gara-gara disangka sebagai plagiat tugas, padahal aku buat sendiri,he he he. Semester 6 pernah buat kegaduhan di kampus yaitu tawuran denga fakultas kehutanan. Semester 8 pernah buat gaduh lagi, bunyikan alarm kampus dan temenku jery hampir membakar kampus, mungkin jarang sekali mahasiswa TP berbuat begitu,he he he. Terakhir pas awal puasa buat ulah lagi, seperti para satpol PP yang merazia para PSK di jalanan, tatapi kami tidak di jalana akan tetapi dapat razia ijin lab perancangan, he he he,akhirnya kami kehilangan markas besar EMP. Tetapi semua itu hanyalah kenangan yang tak terlupakan dalam kehidupan di kampus. Sekarang waktunya memendang kedepan untuk sebuah cita-cita dan mengukir lembaran baru yang lebih baik dan bermanfaat.

SEMANGAT>>>>>

RASA RINDU YANG TELAH PERGI…..

•August 6, 2008 • Leave a Comment

Semua orang yang telah dilahirkan pasti selalu menyayangi, merindukan, ingin membahagiakan orang tuanya. Rasa untuk membahagiakan orang tua kini tinggal kenangan saja, adanya sekarang hanya rasa rindu yang sangat mendalam yang aku rasakan,karena di tinggal kedua orang tuaku. Sebelum aku remaja aku sudah di tinggalkan ayahku, padahal masa-masa seperti itu merupakan masa perubahan dimana aku mulai tumbuh menjadi remaja. Dimasa remaja aku hanya tumbuh dengan pengawasan dari ibuku, tetapi kebanyakan hanya di awasi dari jauh saja dan dibiarkan berkembang sendiri. Beranjak dewasa ada kejadian yang sangat membuat aku hampir frustasi, hampir tidak ada rasa percaya diri dalam diriku, karena orang yang selama ini selalu mendukungku, memberi aku semangat, yang sangat perhatian sama aku, yang aku sayangi, yang selalu memberi nasehat gimana bila nanti sudah besar jangan sampai berani terhadap orang tua, kini ibuku telah meninggalkanku. Rasa kekecewaan sempat menyelimuti diriku, karena belum membuat ibuku bahagia ternyata dah meninggalkanku. Mungkin teman-teman teknik pertanian 2004 saat ini belum merasakan perasaan seperti ini, dimana hidup sendiri tanpa perhatian orang tua, dimana setiap pulang kerumah tidak bisa bercanda, membicarakan masa depan, membicarakan sang pacar, dengan ayah dan ibu. Ayah…..Ibu….,dengan tulisan ini aku bisa mengungkapkan rasa rinduku, aku kangen tawamu…., aku kangen pelukanmu…..,aku kangen nasehatmu…..,selamat jalan ayah, ibu, aku hanya bisa mengabdi lewat do’a.

Pesan : Bahagiakan orantuamu dalam bentuk apapun, sewaktu kamu masih di beri kesempatan untuk membahagiakanya. INGAT….. Karena sewaktu-waktu orang tua kita juga akan meninggalkan kita sendiri di dunai ini.

Kau seperti kupu – kupu

•July 29, 2008 • Leave a Comment

kucari jejakmu
hingga jauh ke tepi cakrawala
Bahkan jejakmupun tak dapat kubaca
Lebur dalam waktu yang menua
rasi di lipat bintang menggambar denah
sejauh mana kan dicipta cahaya
dihitungnya celah
dijaraknya batas berhenti
di lipat semesta tak hendak menyerah
memenuhi isi
menggali keluasan hati
sepanjang cumbu angin pada muka gelombang
tak pernah henti kau yakini perciknya sampai ke bulan

kau seperti kupu – kupu
selalu saja lintang lintang melambat karena warnamu
dan kaulah bunga matahari suku aztek
berkembang lebih jangkung, teguh menantang pagi

Pelajaran dari Perangkap Tikus

•July 29, 2008 • Leave a Comment

Suatu hari, seekor tikus mengintip lewat celah dinding rumah pak tani dan melihat pak tani sedang membuka sebuah bungkusan. Tikus itu sangat penasaran karena mengira bungkusan itu berisi makanan. Ketika bungkusan tadi terbuka, tikus bukan hanya kecewa tapi juga jadi cemas, isinya ternyata perangkap tikus. Ia tahu lalu bergegas kembali ke kebun dan segera mengumumkan hasil temuannya itu ke temannya.

“di rumah pak tani ada perangkap tikus ! ada perangkap tikus di rumah pak tani ! “serunya.
Induk ayam yang sedang mengais makanan mengangkat kepala, berkotek dan berkata, “pak tikus, perangkap itu untuk kamu. Makanya kamu risau dan cemas. ini sama sekali bukan urusan saya. saya tak perlu khawatir tentang itu”.

Tikus itu lalu mendatangi kambing dan berkata. “ada perangkap tikus di rumah pak tani. Perangkap tikus itu baru di beli dan sekarang ada di rumah ! “.

Kambing bersimpati dengan tikus, tapi berkata, “saya ikut sedih mendengarnya pak tikus, saya tidak bisa berbuat apa-apa selain ikut berdoa. Tenang saja. saya akan mendoakan anda”.

Tikus lalu mendatangi sapi dan berkata, “ada perangkap tikus di rumah pak tani, ada perangkap tikus di rumah pak tani ! “.

öh, pak tikus. Saya ikut sedih. tapi perangkap tikus itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan saya, “kata sapi.

Si tikus lalu pulang ke sarangnya dengan langkah lesu dan kepala tertunduk. Ia sedih, harus menghadapi perangkap tikus itu sendiri.

Malam itu, perangkap tikus berbunyi seperti menangkap mangsanya. Istri pak tani menuju ke tempat perangkap tikus untuk melihat apa yang tertangkap. Karena gelap, bu tani tidak melihat ekor dari ular berbisa yang terjepit di dalam perangkap tikus dan ular itupun menggigit bu tani. Pak tani segera membawa istrinya ke Rumah Sakit. Sekembalinya dari Rumah Sakit bu tani demam tinggi.

Sejak dulu orang-orang tau, obat untuk demam adalah sup ayam. Karena itu pak tani lalu ke kebun. Ayam betina di sembelih dan di jadikan sup.
Tapi bu tani belum juga sembuh. Para tetangga dan kerabat dekatpun datang untuk menjaganya. Untuk menjamu mereka, pak tani lalu menyembelih kambing dan dijadikan kambing guling.

Ularnya ternyata sangat berbisa dan bu tani akhirnya meninggal. Banyak orang datang ke rumah pak tani untuk melayat. Pak tani lalu menyembelih sapi untuk menjamu para tamunya.

Si tikuspun menyaksikan semua ini dari dinding retak dengan rasa sedih yang mendalam.

____wis sudah…***

Magang di Pabrik Tahu Kita

•July 29, 2008 • Leave a Comment

Thursday, 13 March 2008 Sebanyak empat orang mahasiswa melakukan magang di Pabrik Tahu KITA selama seminggu dari tanggal 1 s/d 6 Maret 2008. Mereka adalah Sukrisnowati, Jeri Kadafi, Hendrio Tampani, Nur Fuad Indra mitra. Selama di tempat tersebut mereka mencoba mempraktekkan teori pembuatan tahu yang higenis dan rasaya enak. Selama magang, mereka dibawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Endang S. Rahayu, Dr. Ir. Saiful Rochdiyanto, MS, Ir. Tri Purwadi, M.Eng, Ir. Agung Sugihandono, MPA. Pabrik Tahu KITA terletak di dekat Kawasan Candi Prambanan. Industri pangan yang produknya dipasarkan di kota Yogyakarta ini diinisiasi oleh para alumnus dari Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Dengan motto : enak, lembut, higines industri ini mencoba menembus konsumen di Yogyakarta. Konsumen tidak perlu khawatir karena produk ini dijamin  dibuat dengan mempertimbangkan keamanan pangan bagi konsumennya.

Hello world!

•July 29, 2008 • 1 Comment

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!